Baby Driver Movie Review

Baby Driver
Rabu, 06 September 2017


Directed by: Edgar Wright






Baby - Ansel Elgort











Griff - Jon Bernthal











Buddy - Jon Hamm











Darling - Eiza Gonzalez











Debora - Lily James











Doc - Kevin Spacey











Bats - Jamie Foxx







Terkenal dengan Cornetto Trilogy yang juga melejitkan nama Simon PeggNick Frost dan Nira Park melalui Shaun of the Dead (2004)Hot Fuzz (2007) dan The World's End (2013)Edgar Wright bisa dibilang adalah sutradara dengan style yang unik, cool dan stylish, selain trilogy tersebut, salah satu film yang bisa dianggap sebagai salah satu karyanya yang paling menarik adalah Scott Pilgrim vs the World (2010).

Kali ini pria yang hampir menjadi sutradara dari Ant-Man ini kembali menghadirkan sebuah film yang sangat cool dan stylish melalui Baby Driver, walaupun premis dasarnya memiliki kemiripan dengan franchise Transporter, yaitu seorang sopir (Driver) dengan kemampuan istimewa yang dipercaya oleh komplotan penjahat sebagai getaway driver.

Namun yang menjadikan sosok Baby unik dan berbeda adalah kondisi pendengarannya yang mengalami gangguan parah yang menyebabkan dirinya harus terus menerus mendengarkan musik untuk mencegah gangguan dari suara dengung yang terus menerus menganggu.


Baca juga Istilah dunia perfilman yang wajib diketahui


Salah satu hal yang membuat film ini unik dan terasa seperti sebuah video clip, karena memang pada awalnya sutradara berusia 43 tahun ini hendak menggunakan film ini sebagai video clip dan itulah juga alasannya mengapa hampir sepanjang film menggunakan lagu sebagai background nya (Berdasarkan published playlist, total lagu yang digunakan adalah sebanyak 30 lagu), bahkan di opening sequence dengan diiringi lagu Harlem Shuffle, lirik dari lagu tersebut bisa kita lihat sebagai grafitti, poster dan lain sebagainya. Selain itu Edgar Wright juga beberapa kali menyamakan pergerakan karakternya dengan beat dari musik background yang mengiringinya

Hal lain yang membuat Baby Driver unik adalah penggunaan one take shot, mengulangi kesuksesan Shaun of the Dead (2004) yang menceritakan karakter Shaun berjalan ke sebuah toko hingga kembali ke rumah, Baby Driver juga menggunakan opening sequence dengan one take shot selama kurang lebih 10 menit menceritakan Baby berjalan ke sebuah coffee shop hingga berjalan kembali, meskipun terlihat sederhana, tetapi proses ini membutuhkan pengambilan gambar hingga 28 kali, namun pada akhirnya pihak studio puas dengan pengambilan gambar yang ke-21 dan itulah yang dipakai untuk final cut film ini,

Mirip dengan Christopher Nolan yang karyanya Dunkirk baru saja dirilis, Edgar Wright juga mengusahakan seminim mungkin menggunakan CGI,  hasil akhirnya bisa terlihat film ini lebih membumi dan tidak terlalu fantasi karena memang semuanya dibuat dengan menggunakan practical effect dan aksi balapan mobil di jalan raya memang dilakukan secara real dan tidak menggunakan CGI ataupun green screen sama sekali.

Meskipun minim promosi dan tidak terlalu di blow up oleh media, tetapi pada akhirnya Baby Driver memaksimalkan kekuatan promosi dari mulut ke mulut dan nama besar Edgar Wright, dengan aura feel good movie dengan iringan musik nonstop, menjadikan Baby Driver film paling cool dan stylish di tahun 2017 ini.






No comments